Skip to main content

Cara Main Saham Untuk Pemula: Setelah Beli (Bagian II)


Kalau setelah anda beli, saham langsung naik, itu namanya berkah. Beruntung. Hoki. 

Tentang hoki ini, saya jadi teringat nasehat oma, �Iyan, kalau kamu mendapat hoki, kamu harus mensyukuri berkah tersebut.� Nasehat yang baik dan hendak saya turuti. Tapi bagaimana cara mensyukuri berkah dari saham yang naik?

Perlu diingat bahwa saham yang sudah naik belum menjadi berkah nyata kalau belum dijual, kalau anda tidak merealisasikan profit tersebut. Kenapa? Karena saham tersebut mungkin turun lagi dan berkah itu lenyap tak berbekas. Jadi, satu-satunya cara mensyukuri berkah dari saham yang naik adalah dengan MENJUAL saham tersebut. 

�Kalau aku menjual saham tersebut, lalu saham itu masih naik, bagaimana dong?� anda bertanya. 

Memang tidak ada yang tahu apakah saham anda akan terus naik atau berbalik arah turun. Oleh karena itu saya sarankan anda tidak menjual semua saham tersebut, tapi hanya SEBAGIAN. 

Sebagian ini bisa sepertiga, seperempat, seperlima, bahkan sepersepuluh; anda bisa bereksperimen sendiri. Tapi jangan jual terlalu sedikit, dan jangan juga jual terlalu banyak. Supaya mudah, juallah SETENGAH dari jumlah saham anda. 

Dengan menjual setengah dari jumlah saham, anda sudah merealisasi keuntungan. Kalau saham masih terus naik, anda masih punya setengah. Kalau saham turun ke harga beli dan anda cut-loss, anda sudah mendapat laba, tidak hanya impas. 

Inti yang harus anda ingat: bukan cuma beli saham yang boleh bertahap, boleh dicicil (Silahkan baca �Cara Membeli Saham Untuk Pemula Bagian III"), tapi jual saham juga boleh dicicil.

Tapi, jualnya di harga berapa? Mau tahu jawabannya? Silahkan baca pos "Cara Menjual Saham Agar Profit Maksimal."


2. Setelah beli, saham turun 

Skenario ini adalah kemungkinan yang paling sering terjadi ketika anda membeli saham. 

Di pos �Cara Membeli Saham Untuk Pemula Bagian III� saya menyarankan anda untuk membeli dulu setengah dari jumlah yang anda mau beli. Kalau saham turun, beli lagi setengah sisanya. 

Tapi bagaimana kalau setelah itu saham masih turun?

Apakah anda harus cut-loss? Tidak melakukan apa-apa alias bengong? Atau beli lagi?

Lanjut baca ke pos "Cara Main Saham Untuk Pemula: Setelah Beli (Bagian III)."






Pos-pos yang berhubungan:
[Pos ini 2012 oleh Iyan terusbelajarsaham.blogspot.com. Hak Cipta dilindungi Undang-Undang.]

    Comments

    Popular posts from this blog

    Koleksi Buku Main Saham Iyan Terus Belajar Saham

    Minggu lalu saya membongkar dan menata ulang lemari buku di ruang kerja. Sebagai informasi, buku-buku main/trading/investasi saham yang masih sering saya baca tidak berada di ruang kerja tapi berada di meja samping tempat tidur, di atas meja TV, atau di rak di dalam kamar mandi. Buku-buku di lemari buku ruang kerja adalah buku yang belum sempat saya baca lagi. Nah, di bagian belakang lemari di situlah terletak buku-buku main saham yang sudah cukup lama tidak  saya sentuh. Supaya tidak lupa keberadaan buku-buku tersebut dan sebelum tertutup (lagi) oleh buku-buku di bagian depan, saya foto saja bagian lemari tersebut. Figure 1. Koleksi buku main/trading saham Iyan Terus Belajar Saham Dari kiri atas ke bawah lalu ke kanan atas ke bawah: 1. The Japanese Chart of Charts 2. The Volatility Edge in Options Trading 3. The Way of the Warrior-Trader 4. Stock Indexes Futures & Options 5. The Laws of Money, The Lesson of Life 6. Big Trends in Trading 7. Dynamic Trading Indicators 8. Swing T...

    Buku Pertama Belajar Analisa Teknikal

    Di pos "Belajar Analisa Teknikal atau Analisa Fundamental?" saya menyarankan anda (yang bingung memilih belajar Analisa Teknikal atau Analisa Fundamental) untuk memilih belajar mendalam Analisa Teknikal. Misalkan anda berniat belajar mendalam Analisa Teknikal. Bagaimana caranya? Di pos "Cara Terbaik Belajar Main Saham" saya menyatakan bahwa cara terbaik belajar main saham adalah dengan membaca buku main saham yang ditulis penulis berkualitas. Nah, kalau anda serius ingin belajar Analisa Teknikal, saran saya untuk anda adalah: beli (hard copy/buku cetak) dan baca buku Technical Analysis of the Financial Market yang ditulis John J. Murphy. Figure 1. Sampul Depan Buku John J. Murphy Technical Analysis of the Financial Markets Mengapa buku Technical Analysis of the Financial Market ? Karena buku ini membahas Analisa Teknikal dari dasar sehingga pembahasannya (relatif) mudah dimengerti oleh orang yang baru belajar Analisa Teknikal. Mengapa harus beli hard copy? Bukank...