Skip to main content

Posts

Showing posts with the label logika

Trading Saham Cepat atau Investasi Jangka Panjang?

Di pos "Tanggapan Pilih Mana: Investasi Saham Jangka Panjang atau Trading Saham Jangka Pendek?" saya menyatakan bahwa anda harus mencari tahu sendiri apakah anda lebih cocok investasi saham jangka panjang atau trading saham cepat. Nah, di pos ini saya akan membahas topik tersebut dari sudut pandang lain. MISALKAN anda BISA trading saham jangka pendek dan juga BISA investasi saham jangka panjang. Sebaiknya pilih yang mana? Victor Sperandeo di buku Trader Vic �Methods of a Wall Street Master menyarankan: Figure 1. Sampul Depan Buku Victor Sperandeo Trader Vic - Method of a Wall Street Master Be an investor in the early stages of bull markets. Be a speculator in the latter stages of bull markets and in bear markets. Terjemahannya kira-kira begini: Jadilah investor (jangka panjang) pada permulaan pasar yang Bullish. Jadilah spekulator di akhir pasar Bullish dan saat pasar Bearish. (Kalau anda belum tahu arti Bullish dan Bearish, silahkan baca pos "Arti 'Bullish' da...

Mengapa Harga Saham Naik Turun?

Kalau anda memperhatikan saham yang aktif diperdagangkan di bursa, harga saham tersebut (biasanya) berfluktuasi naik-turun selama jam perdagangan bursa. Nah, pernahkah anda memikirkan MENGAPA harga saham bergerak naik-turun dalam hitungan jam, menit, atau bahkan detik? Figure 1. Mengapa Harga Saham Berfluktuasi Naik-Turun? Apakah karena faktor fundamental perusahaan? Rasa-rasanya sih tidak masuk akal kalau fundamental perusahaan berubah-rubah dalam hitungan jam, menit, atau bahkan detik. Atau karena ada berita tentang emiten saham yang mempengaruhi harga saham? Rasa-rasanya sih tidak setiap jam (apalagi setiap menit atau detik) ada berita tentang setiap emiten saham. Kalau bukan karena fundamental dan bukan juga karena berita, lalu apa dong yang menyebabkan harga saham bergerak naik-turun setiap hari? Menurut G. C. Selden di buku Psychology of the Stock Market : Most experienced professional traders in the stock market will readily admit that the minor fluctuations, amounting to perhap...

Apakah Anda (Merasa) Sudah Terlalu Tua Untuk Belajar Saham?

Untuk anda yang berusia 40 tahun, 50 tahun , 60 tahun, atau 70 tahun ke atas, mungkin anda tertarik untuk belajar main saham. Tapi anda berpikir, "Apakah saya sudah terlalu tua untuk mulai belajar main saham?" Jadi, apakah benar anda sudah terlalu tua untuk mulai belajar main saham? Figure 1. Apakah Anda Sudah Terlalu Tua Untuk Mulai Belajar Saham? Memang, kalau anda mulai belajar main saham sejak usia muda, (kemungkinan) hasilnya akan lebih optimal. Tapi tidak berarti bahwa kalau anda sudah berusia di atas 40, 50, 60, bahkan 70 tahun, anda sudah terlambat. Henry Ford�pendiri perusahaan Ford Motor Company� berkata: "Anyone who stops learning is old, whether at twenty or eighty." Siapapun yang berhenti belajar berarti ia sudah tua, tidak peduli apakah usianya 20 atau 80 tahun.  Kalau anda berusia 80 tahun tapi masih semangat mau mulai belajar main saham, anda masih muda. Kalau anda berusia 20 tahun tapi merasa sudah pintar dan tidak perlu belajar main saham lagi, an...

Belajar Analisa Teknikal atau Analisa Fundamental?

Di pos "Belajar Apa Dulu: Analisa Fundamental atau Analisa Teknikal?" saya menganjurkan anda untuk mempelajari "kulit" kedua analisa tersebut lalu menentukan sendiri mana yang lebih cocok dengan karakter dan kemauan anda. Tapi misalkan anda sudah mencoba Analisa Fundamental dan Analisa Teknikal tapi tetap masih bingung mau mendalami yang mana. Sebaiknya pilih yang mana: Analisa Teknikal atau Analisa Fundamental? Figure 1. Pilih Belajar Analisa Fundamental atau Teknikal? Saran saya: pilih belajar mendalam Analisa Teknikal. Mengapa? Pertanyaan tersebut akan terjawab kalau anda tahu apa sebabnya saya sepenuhnya meninggalkan Analisa Fundamental dan beralih ke Analisa Teknikal. Mari saya ceritakan. ---###$$$###--- Di halaman "About" tertulis bahwa saya mulai serius main saham pada tahun 1997 sebagai investor jangka menengah yang mementingkan Analisa Fundamental. Karena gagal total, saya beralih menjadi pedagang saham purna-waktu (full-time trader) sejak tahun...

Tanggapan Pilih Mana: Investasi Saham Jangka Panjang atau Trading Saham Jangka Pendek?

Di bulan Maret 2016 di pos "Pilih Mana: Investasi Saham Jangka Panjang atau Trading Saham Jangka Pendek" saya bertanya kepada pembaca blog ini: Pilih Mana: 1. Investasi saham jangka panjang (tahunan) 2. Investasi saham jangka bulanan 3. Trading saham jangka mingguan 4. Trading saham jangka harian 5. Tidak masalah investasi jangka tahunan, bulanan, ataupun trading jangka mingguan, harian. Yang penting untung. Figure 1. Investasi Saham Jangka Panjang atau Trading Saham Jangka Pendek? Terima kasih untuk anda yang sudah memilih dan meninggalkan komentar. Yang mana adalah pilihan terbaik? Yuk kita bahas. ---###$$$###--- Menurut saya, kalau pengalaman main saham anda lebih dari 5 tahun, pilihan yang terbaik adalah Nomor 5: Yang penting untung. Tapi kalau pengalaman main saham anda kurang dari 5 tahun, pilihan yang terbaik adalah Nomor 5: Tidak masalah investasi jangka tahunan, bulanan ataupun trading jangka mingguan, harian. Lho? Bukankah sama-sama Nomor 5? Betul. Tak peduli berap...

Bisakah Konsisten Untung Main Saham Dengan Mengikuti Berita?

Di halaman "Kurikulum," pada tanggal 18 Juni 2016 saudara Erwin Sanz bertanya: "...sejauh mana pak Iyan mengacuhkan suatu berita/kabar/rumor. Pak Iyan sering berkata bahwa sudah meninggalkan FA (Fundamental Analysis), hanya fokus ke TA (Technical Analysis) dan tidak/jarang membaca berita atau rumor karena percaya bahwa harga sudah mencermikan semuanya. Pengalaman saya setahun ini ternyata setiap hari kita dibombardir dengan berita (rumor) yang mempengaruhi pergerakan harga (trend) baik yang secara tiba-tiba ataupun perlahan dan (sepertinya) alangkah lebih baik jika kita mampu memanfaatkannya untuk melakukan antisipasi." Figure 1. Bisakah Konsisten Untung Main Saham Hanya Dari Berita? Ini pertanyaaan yang sangat baik. Dan saya yakin banyak di antara anda yang juga berpikiran sama dengan saudara Erwin Sanz. Saya pun saat baru mulai main saham juga berpikiran sama dengan saudara Erwin Sanz: kalau saya tahu berita lebih dahulu daripada orang lain, saya bisa untung dar...

Saham Naik 20%. Apakah Saham Tersebut Uptrend, Downtrend, atau Sideway?

Di penutup pos "Analisa Volume Transaksi Saham Untuk Pemula. Perlukah?" saya memberikan pertanyaan berikut: 1. Mana yang relatif lebih bullish: Close > Prv Price tapi Prv Price > Open atau Prv Price > Close tapi Open > Prv Price? Mengapa? 2. Saham XYZ naik 20% dalam 24 bulan terakhir. (Klarifikasi: Naik 20% ini TIDAK TERJADI HANYA pada hari-hari terakhir 24 bulan tersebut.) Apakah saham tersebut uptrend, downtrend, atau sideway? Mengapa? Pertanyaan #1, semua penjawab menjawab dengan benar. [Yang relatif lebih bullish adalah pernyataan pertama karena Close > Prv Price lebih bullish dibanding pernyataan kedua  Prv Price > Close ( = Close < Prv Price).] Pertanyaan #2, cukup banyak penjawa b menjawab dengan benar TAPI alasan yang dikemuk akan t idak tepat. Jadi sebenarnya, apa jawaban yang tepat untuk pertanyaan #2? Mari kita telaah . Pada pernyataan "Saham XY Z naik 20% dalam 24 bulan terakh i r" yang jelas tertulis adalah naik 20% . N...