Skip to main content

Posts

Showing posts with the label analisa saham

Mengapa Harga Saham Naik Turun?

Kalau anda memperhatikan saham yang aktif diperdagangkan di bursa, harga saham tersebut (biasanya) berfluktuasi naik-turun selama jam perdagangan bursa. Nah, pernahkah anda memikirkan MENGAPA harga saham bergerak naik-turun dalam hitungan jam, menit, atau bahkan detik? Figure 1. Mengapa Harga Saham Berfluktuasi Naik-Turun? Apakah karena faktor fundamental perusahaan? Rasa-rasanya sih tidak masuk akal kalau fundamental perusahaan berubah-rubah dalam hitungan jam, menit, atau bahkan detik. Atau karena ada berita tentang emiten saham yang mempengaruhi harga saham? Rasa-rasanya sih tidak setiap jam (apalagi setiap menit atau detik) ada berita tentang setiap emiten saham. Kalau bukan karena fundamental dan bukan juga karena berita, lalu apa dong yang menyebabkan harga saham bergerak naik-turun setiap hari? Menurut G. C. Selden di buku Psychology of the Stock Market : Most experienced professional traders in the stock market will readily admit that the minor fluctuations, amounting to perhap...

"Mengapa" Anda Membeli Saham yang Anda Beli?

Di pos "Cara Membeli Saham Untuk Pemula" saya tulis bahwa sebelum anda membeli saham, pertanyaan pertama yang harus anda cari jawabannya adalah beli saham apa dan mengapa. Pemain saham biasanya tahu saham "Apa" yang mau ia beli. Tapi alasan "Mengapa" ia (berniat) membeli saham tersebut, mayoritas pemain saham tidak bisa menjawab. Mengapa penting tahu alasan "Mengapa" anda membeli suatu saham? Joel Greenblatt di buku The Little Book That Still Beats the Market menulis: Figure 1. Sampul Depan Buku Joel Greenblatt The Little Book That Still Beats the Market "Choosing individual stocks without any idea of what you're looking for is like running through a dynamite factory with a burning match. You may live, but you're still an idiot." Memilih saham tanpa punya ide apa yang anda cari adalah seperti berlari di pabrik dinamit sambil memegang korek api yang menyala. Anda mungkin hidup, tapi tetap saja anda seorang idiot. Coba anda tany...

Analisa Teknikal Bukan Hanya Untuk Saham

Di pos "Belajar Analisa Teknikal atau Analisa Fundamental?" saya menyarankan anda�yang bingung memilih antara Analisa Teknikal atau Analisa Fundamental�untuk memilih Analisa Teknikal. Di pos tersebut saya memberikan beberapa alasan mengapa Analisa Teknikal, menurut saya, lebih unggul daripada Analisa Fundamental. Nah, di pos ini saya akan memaparkan 1 lagi keunggulan Analisa Teknikal dibandingkan Analisa Fundamental. ---###$$$###--- Kalau anda mengikuti berita finansial di tahun 2017 ini, kemungkinan besar anda pernah membaca, mendengar, menonton berita tentang Bitcoin. Terutama tentang harga Bitcoin di bulan Januari 2017 sekitar USD 1,000 dan di bulan Desember hampir mencapai USD 20,000. Misalkan anda ingin membeli Bitcoin dan sebelum membeli anda ingin menganalisa Bitcoin terlebih dahulu. Analisa apa yang bisa anda pakai? Analisa Fundamental? Atau Analisa Teknikal? Bisakah Bitcoin dianalisa dengan Analisa Fundamental? Bitcoin bukan perusahaan. Bitcoin tidak memproduksi bar...

Jangan Langsung Percaya Prediksi Analis/Ahli/Pakar Saham

Selama masa kampanye pemilihan presiden Amerika Serikat tahun 2016, (hampir) semua ahli, pakar, pengamat politik dan juga (hampir) semua survey, poll, jajak pendapat memprediksi Hillary Clinton akan menjadi presiden Amerika Serikat, mengalahkan Donald Trump. Tidak ketinggalan, Warren Buffet�investor yang didewakan banyak investor saham�juga dengan lantang memihak Hillary Clinton. Datanglah hari pemilu 08 November 2016. Hasilnya? Donald Trump menang. Semua ahli, pakar, pengamat politik SALAH. Kok bisa? Bukan itu saja. (Hampir) Semua ahli, pakar, pengamat, analis saham Amerika Serikat memprediksi bahwa bursa saham Amerika Serikat akan ambruk jika Donald Trump terpilih menjadi presiden. Nyatanya? Dow Jones Industrial Average malah naik 1.5% pada tanggal 09 November 2016. [Pada tanggal 09 November 2016 bursa-bursa Asia �yang lebih dulu buka sebelum bursa Eropa dan Amerika� ambruk duluan. Bursa-bursa Eropa juga ambruk paginya tapi berbalik naik SETELAH melihat bursa Amerika tidak ambruk.] ...

Apakah Harga Saham Sudah Mahal?

Banyak pembaca yang bertanya,"Menurut Bapak Iyan, apakah harga saham ABCD sudah mahal?" Kalau anda membaca halaman About, anda sudah tahu bahwa saya tidak memberikan rekomendasi saham spesifik. Apakah TLKM sudah mahal? Apakaha WSKT sudah mahal? Saya tidak bersedia menjawab. Lho, kok pelit banget sih, gerutu anda. Terus terang, saya memang pelit dalam hal tertentu. Tapi pelit bukanlah penyebab saya tidak bersedia menjawab apakah suatu saham sudah mahal atau masih murah. Saya tidak bersedia menjawab karena saya TIDAK TAHU. Saya ulangi: Saya tidak tahu apakah saham sudah mahal atau belum. Lagian, saya lebih baik tidak tahu. Lho? Yang meneliti apakah saham masih murah atau sudah mahal adalah analis fundamental. Saya bukan penganut analisa fundamental; saya penganut analisa teknikal. Kalau sudah baca pos "Saham Yang Layak Dibeli Menurut Analisa Teknikal" anda tahu bahwa analisa teknikal menganjurkan membeli saham yang cenderung naik, bukan saham yang murah. Kal...

Valuasi Indeks Saham Indonesia Terlalu Tinggi?

Saya baru saja membaca artikel di koran Kompas tanggal 06 Maret 2013 yang berjudul "Valuasi Indeks Sudah Terlalu Tinggi." Figure 1. Artikel Valuasi Indeks Bursa Efek Indonesia Sudah Terlalu Tinggi - Kompas, Rabu 6 Maret 2013 [Kalau anda bertanya-tanya, "Kenapa Bung Iyan kurang kerjaan, di bulan Mei membaca koran bulan Maret?" , nah, ini topik berbeda dan akan saya tulis di pos yang lain.] Artikel tersebut mengutip perkataan Kepala Riset dan Analisa UBS Securities, Joshua Tanja. "Kita berekspektasi indeks akan kembali ke level 4,500. Jadi, untuk saat ini silahkan mengambil keuntungan yang sudah diperoleh dari kenaikan indeks sebelumnya." Saya kutip lebih lanjut dari artikel tersebut: Menurut Joshua, valuasi IHSG saat ini sudah terlalu tinggi. Dengan kata lain, IHSG sudah berada di fase jenuh beli. Rasio harga terhadap laba bersih (PER) IHSG menuru Joshua, suda mencapai 16,2 kali. Diperkirakan, tingkat PER yang pas saat ini adalah pada kisaran 13 kali. I...