Skip to main content

Posts

Showing posts with the label filsafat

Belajar Main Saham Perlu Duit

Beberapa saat lalu saya, abang saya mengirimkan pesan WhatsApp berjudul "Kisah Nyata Soal Pedagang Glodok." Menurut saya, tulisan tersebut bagus dan relevan dengan blog ini. Di bawah ini adalah tulisan lengkap pesan tersebut: Ko Abun sepanjang hidupnya rajin cari uang dan sangat hemat dalam membelanjakan uangnya. Pada usia 25 tahun dia menikahi gadis cantik anak koleganya. Umur 37 Abun sudah memiliki deposito 30 milyar di bank, tapi hidupnya tetap sederhana dan banyak makan makanan yang berlemak. Abun tidak pernah piknik, dan tidak pernah beramal saking hematnya. Usia 42 tahun Abun kena serangan jantung dan meninggal, meninggalkan warisan 45 milyar. Istrinya kemudian kawin sama mantan pelayan tokonya. Si pelayan toko bilang, "selama ini aku pikir aku kerja buat ko Abun, tahunya dia yang kerja buat saya." Jadi, sebelum anda jadi Abun yang meninggalkan janda kaya, nikmatilah hidup dan gunakan uangmu untuk beramal, jadi orang baik. D U I T Duit...tak bisa dibawa mati, ...

Benarkah Anda Benar-benar Ingin Main Saham?

Mengapa anda tertarik untuk belajar investasi/trading/main saham? Tebakan saya: anda ingin mendapatkan untung besar. Ingin menjadi kaya. Atau, kalau sudah kaya, ingin tambah kaya. Benar gak? "Ah, bung Iyan tahu aja nih," jawab anda sambil senyum-senyum kecil. Lalu anda sambung dengan bertanya ,"Emangnya motivasi ini salah?" Tidak. Tidak salah. Tapi. . . Jangan main saham (atau melakukan hal apapun) hanya SEMATA-MATA demi uang. Kok begitu? Jim Koch, pendiri The Boston Beer Co. yang memproduksi bir Samuel Adams, berkata: "When you think about starting a business, try to find one that you think will make you happy. Because the chances it is going to make you rich are really pretty small, but the chances it will make you happy are pretty big," Koch said. "And what would you rather be? Happy or rich? You know, unless you're a sociopath, you'd rather be happy." (http://www.cnbc.com/2016/09/29/sam-adams-founder-unless-youre-a-sociopath-bei...

Jangan Langsung Percaya Prediksi Analis/Ahli/Pakar Saham

Selama masa kampanye pemilihan presiden Amerika Serikat tahun 2016, (hampir) semua ahli, pakar, pengamat politik dan juga (hampir) semua survey, poll, jajak pendapat memprediksi Hillary Clinton akan menjadi presiden Amerika Serikat, mengalahkan Donald Trump. Tidak ketinggalan, Warren Buffet�investor yang didewakan banyak investor saham�juga dengan lantang memihak Hillary Clinton. Datanglah hari pemilu 08 November 2016. Hasilnya? Donald Trump menang. Semua ahli, pakar, pengamat politik SALAH. Kok bisa? Bukan itu saja. (Hampir) Semua ahli, pakar, pengamat, analis saham Amerika Serikat memprediksi bahwa bursa saham Amerika Serikat akan ambruk jika Donald Trump terpilih menjadi presiden. Nyatanya? Dow Jones Industrial Average malah naik 1.5% pada tanggal 09 November 2016. [Pada tanggal 09 November 2016 bursa-bursa Asia �yang lebih dulu buka sebelum bursa Eropa dan Amerika� ambruk duluan. Bursa-bursa Eropa juga ambruk paginya tapi berbalik naik SETELAH melihat bursa Amerika tidak ambruk.] ...

Belajar Main Saham dari Bahtera Nuh

Mungkin anda pernah bertanya-tanya: Belajar main saham sebaiknya dari mana ya? Anda bisa belajar main saham dari banyak sumber: anda bisa belajar dari buku tentang saham, anda bisa belajar dari blog saham. Anda bahkan bisa belajar saham dari sesuatu yang � sepertinya � tidak ada hubungannya sama sekali dengan saham. Contohnya? Dari Bahtera Nuh. Ah, bung Iyan mengada-ngada, gumam anda dalam hati. Moso sih bisa belajar tentang saham dari Bahtera Nuh? Tidak percaya? Mari kita bahas. Figure 1. Noah�a Ark. [Source: rwinnovations] Everything I Need to Know (about Stock Trading) I Learned from Noah's Ark. Semua Yang Saya Tahu (tentang Main Saham) Saya Belajar dari Bahtera Nuh. 1.  Don't miss the boat. Jangan ketinggalan kapal. Dalam konteks main saham: Jangan ketelatan beli, juga jangan ketelatan jual. 2. Remember that we are all in the same boat. Ingat bahwa kita semua berada di kapal yang sama. Dalam konteks main saham: Investor tidak perlu meremehkan trader; trader tidak perlu ...

Kapan Kondisi Ideal Untuk Investasi Saham?

Figure 1. E.B.White's A Writer Who Waits for Ideal Conditions Apakah ada kondisi ideal untuk investasi atau trading saham? E.B.White--penulis asal Amerika Serikat--mengatakan bahwa penulis yang menunggu kondisi ideal untuk mulai bekerja akan meninggal tanpa menulis sepatah katapun. Kalau kita terapkan kalimat mutiara tersebut dalam konteks bermain saham, bunyinya kira-kira begini: Pemain saham yang menunggu kondisi ideal untuk memulai investasi saham akan keburu mampus tanpa membeli saham apapun. Artinya? Tidak ada waktu ideal untuk mulai investasi atau trading saham. Yang penting adalah anda memulainya. Hanya dengan memulai bermain saham anda akan tahu apakah saham adalah investasi yang cocok untuk anda. Kalau cocok, lanjutkan; kalau tidak, berhenti. Dalam belajar apapun, yang harus melangkah untuk memulainya adalah anda. Bukan suami/istri anda, bukan bapak/ibu anda, bukan anak anda, bukan teman anda. Dan langkah pertama bermain saham adalah dengan membuka rekening transaksi saham...