Skip to main content

Posts

Showing posts with the label ekspektasi

Main Saham Tidak Pernah Rugi. Mungkinkah?

Di pos "Main Saham Cepat Kaya?" , seorang pembaca, Septian Benny, bertanya: "Mas, menurut anda apakah tidak ada investor yang tidak pernah rugi dalam bermain saham? Saya adalah pemula, apakah dengan membeli saham BUMN menjadikan saya aman dari kerugian?" Saya rasa kekhawatiran Bung Septian Benny adalah kekhawatiran mayoritas pemula yang berniat mulai main saham. Mereka ingin main saham tapi takut rugi. Kekhawatiran ini sangat masuk akal. Semua orang terjun main/investasi/trading saham karena pengen untung. Bukan rugi. Jadi, mungkinkah main saham tapi tidak pernah rugi? Figure 1. Dixit Card 03 from Dixit Revelations Board Game Jawaban saya: Menurut saya, TIDAK ADA investor/pemain saham yang tidak pernah rugi dalam bermain saham. TIDAK ADA. Tapi ini tergantung definisi anda apa yang dimaksud "rugi." Banyak orang yang sahamnya turun menganggap belum rugi karena belum menjual. Nah, hanya karena anda belum menjual tidak berarti anda belum rugi. Memang, anda bis...

Kuliah Apa Agar Bisa Untung Main Saham?

Di pos "Investasi Saham atau Trading Saham, Mana Lebih Baik? (Bagian II)" seorang pembaca blog ini, Nandini, bertanya, ". . . kuliah S2 apa ya kalo saya ingin berkarir jadi di broker di suatu perusahaan (nantinya sih berkhayal hanya bekerja dari rumah)." Intinya, Nandini ingin tahu jurusan pendidikan formal apa yang bisa mempersiapkan dirinya agar bisa untung main saham. Figure 1. University Card from 7 Wonders Board Game  Jawaban saya: Saya pribadi berpendapat bahwa belum ada jurusan PENDIDIKAN FORMAL yang mempersiapkan seseorang untuk berkarir sebagi "pemain" (investor atau trader) saham. Mengejar gelar MBA mungkin mempersiapkan anda untuk mengelola keuangan perusahaan, tapi tidak mempersiapkan anda untuk mengelola portofolio saham. Lagipula, hampir semua teori tentang investasi ataupun portofolio saham yang diajarkan di universitas adalah teori yang dibuat profesor-profesor yang bukan pemain saham. Teori-teori mereka mungkin bagus, tapi banyak asumsi-a...

Belajar Main Saham Perlu Duit

Beberapa saat lalu saya, abang saya mengirimkan pesan WhatsApp berjudul "Kisah Nyata Soal Pedagang Glodok." Menurut saya, tulisan tersebut bagus dan relevan dengan blog ini. Di bawah ini adalah tulisan lengkap pesan tersebut: Ko Abun sepanjang hidupnya rajin cari uang dan sangat hemat dalam membelanjakan uangnya. Pada usia 25 tahun dia menikahi gadis cantik anak koleganya. Umur 37 Abun sudah memiliki deposito 30 milyar di bank, tapi hidupnya tetap sederhana dan banyak makan makanan yang berlemak. Abun tidak pernah piknik, dan tidak pernah beramal saking hematnya. Usia 42 tahun Abun kena serangan jantung dan meninggal, meninggalkan warisan 45 milyar. Istrinya kemudian kawin sama mantan pelayan tokonya. Si pelayan toko bilang, "selama ini aku pikir aku kerja buat ko Abun, tahunya dia yang kerja buat saya." Jadi, sebelum anda jadi Abun yang meninggalkan janda kaya, nikmatilah hidup dan gunakan uangmu untuk beramal, jadi orang baik. D U I T Duit...tak bisa dibawa mati, ...

Benarkah Anda Benar-benar Ingin Main Saham?

Mengapa anda tertarik untuk belajar investasi/trading/main saham? Tebakan saya: anda ingin mendapatkan untung besar. Ingin menjadi kaya. Atau, kalau sudah kaya, ingin tambah kaya. Benar gak? "Ah, bung Iyan tahu aja nih," jawab anda sambil senyum-senyum kecil. Lalu anda sambung dengan bertanya ,"Emangnya motivasi ini salah?" Tidak. Tidak salah. Tapi. . . Jangan main saham (atau melakukan hal apapun) hanya SEMATA-MATA demi uang. Kok begitu? Jim Koch, pendiri The Boston Beer Co. yang memproduksi bir Samuel Adams, berkata: "When you think about starting a business, try to find one that you think will make you happy. Because the chances it is going to make you rich are really pretty small, but the chances it will make you happy are pretty big," Koch said. "And what would you rather be? Happy or rich? You know, unless you're a sociopath, you'd rather be happy." (http://www.cnbc.com/2016/09/29/sam-adams-founder-unless-youre-a-sociopath-bei...

Jalan Menuju Sukses Main Saham

Mau tahu jalan menuju sukses main saham? Seperti kata pepatah "Banyak jalan menuju Roma," begitu juga dengan main saham: banyak jalan menuju sukses main saham. Tapi, jalan manapun yang anda tempuh, hampir pasti jalan tersebut tidak mulus seperti jalan tol tapi malahan penuh lubang berisi kerikil-kerikil tajam. Kalau anda mengira bahwa menjadi kaya (atau profit setiap hari, atau mendapat passive income seumur hidup, atau tidak usah bekerja lagi, atau janji surga-janji surga lainnya) dari main saham adalah semudah membayar jutaan Rupiah untuk ikut seminar/pelatihan saham, silahkan lihat Figure 1 di bawah tentang "Road to Success" yang dipublikasikan perusahaan National Cash Register. Figure 1. The Road to Success Allegorical Cartoon by the National Cash Register Ketika anda menyusuri jalan menuju sukses main saham, anda akan menemui banyak tantangan, halangan, rintangan. Bukan itu saja, anda juga akan berhadapan dengan banyak orang yang berusaha membujuk rayu dan m...

Resiko & Masalah "Value Investing" Bagi Pemula

Anda baru saja selesai membaca buku tentang Warren Buffet, tentang bagaimana ia menjadi salah satu investor terkaya di dunia karena menerapkan investasi jangka panjang "value investing." Terinspirasi buku tersebut, anda memutuskan untuk mengikuti jejak Warren Buffet menjadi "value investor". Mulailah anda menyelami analisa fundamental untuk mencari saham yang value/nilai-nya murah. (Silahkan baca pos "Apa Inti Analisa Fundamental." ) Anda mengumpulkan data-data perusahaan, membaca laporan keuangan, menghitung rasio finansial. Setelah 3 bulan kurang tidur melakukan semua hal ini, anda menemukan saham PT Bagus Murah (kode saham PTBM) seharga Rp 2000 per lembar yang menurut anda memenuhi kriteria "value investing." Keesokan harinya, anda memasukkan order untuk membeli saham PTBM di harga 1950. Sebelum sesi perdagangan selesai, order beli anda terlaksana. "Ah, PTBM," pikir anda, "engkau adalah langkah pertamaku untuk menjadi Warren...