Skip to main content

Arti Istilah Saham Trending Trendless, Bagian II

Pos ini adalah lanjutan dari pos "Arti Istilah Saham Trending Trendless, Bagian I."

Setelah membaca pos "Arti Istilah Saham Trending Trendless, Bagian I" anda sudah tahu apa arti saham yang Trending dan saham yang Trendless. Apakah ada gunanya tahu istilah-istilah ini?

Tentu saja ada.

Mengerti tentang saham Trending dan Trendless bukan saja ada gunanya. Bahkan, mengerti istilah Trending dan Trendless adalah fondasi dari Analisa Teknikal.

Di buku Technical Analysis of the Financial Market John J. Murphy menulis bahwa "The concept of trend is absolutely essential to the technical approach to market analysis." Dalam bahasa Indonesia: Konsep trend sangatlah penting pada pendekatan teknikal dalam menganalisa pasar.

Masa sih?

Mari kita cermati bersama.

Di pos "Prinsip Mendasar Analisa Teknikal" saya menulis: 

Analisa Teknikal terbagi menjadi dua metode utama: trend-following dan oscillator.

Lebih lanjut saya tulis di pos tersebut:

Indikator trend-following tidak bekerja efektif pada saham yang bergerak dalam kisaran (sideway). Demikian pula, indikator oscillator tidak berfungsi maksimal pada saham yang sedang bergerak naik atau turun drastis.

Artinya, indikator trend-following (mengikuti trend) cocok untuk saham Trending dan tidak cocok untuk saham Trendless, sedangkan indikator oscillator cocok untuk saham Trendless dan tidak cocok untuk saham Trending.

Jadi, sebelum memutuskan analisa teknikal apa yang akan anda pakai, anda perlu tahu dulu apakah saham yang anda analisa adalah saham Trending atau saham Trendless.

Lebih lanjut lagi, di pos "Saham Yang Layak Dibeli Menurut Analisa Teknikal" saya menyatakan bahwa saham yang dianjurkan beli oleh Analisa Teknikal adalah saham yang harganya sedang cenderung naik. Dengan kata lain, saham yang dianjurkan beli oleh Analisa Teknikal adalah saham uptrend.

Nah, kalau Analisa Teknikal menyarankan untuk beli saham yang uptrend, apa yang seharusnya anda lakukan terhadap saham downtrend atau sideway?

Jawabannya: Jangan beli.

Kalau anda selalu konsisten membeli saham uptrend dan tidak membeli saham downtrend ataupun sideway, anda akan meraup untung besar dari main saham.

Wow, gumam anda dalam hati. Saya mau, saya mau. Gimana caranya?

Nah, itu teorinya. Prakteknya tidak semudah itu karena alasan berikut:

Pertama, karena pergerakan saham yang selalu naik-turun, tidak mudah memastikan apakah gerak saham sedang uptrend, downtrend, atau sideway.

Kedua, kalaupun sudah tahu arah pergerakan saham, kita tidak tahu pasti apakah arah gerak itu akan terus berlanjut atau akan berubah.

Lah, katanya suruh tahu tentang saham Trending dan Trendless, ujar anda dengan gusar. Sekarang bilangnya gak bisa tahu? Gimana sih Bung Iyan ini?

Jangan marah-marah dulu.

Yang saya katakan di atas adalah:

... tidak mudah memastikan gerak saham...

... tidak tahu pasti kapan...

Intinya saya ingin anda menerima fakta bahwa tidak mungkin anda bisa tahu pasti. Tapi anda bisa menebak secara terpelajar (educated guess).

Caranya?

Memakai Analisa Teknikal.

Artinya, dengan menggunakan Analisa Teknikal kita bisa menebak apakah gerak saham sedang uptrend, downtrend, atau sideway. Dengan analisa teknikal juga kita bisa menebak apakah gerak saham cenderung akan lanjut atau cenderung berubah arah.

Sebelum kita mencoba memprediksi gerak saham apakah uptrend, downtrend, atau sideway, kita terlebih dulu harus mendefinisikan kata-kata tersebut.

Silahkan lanjut baca ke pos "Definisi Uptrend, Downtrend, Sideway (Bagian I)."






Pos-pos yang berhubungan:
[Pos ini �2013 oleh Iyan terusbelajarsaham.blogspot.com. Hak Cipta dilindungi Undang-Undang.] 

    Comments

    Popular posts from this blog

    Cara Menghitung Harga Teoritis Ex Saham Bonus

    Di pos "Mengapa 'Saham Bonus' Bukan Bonus" saya menyatakan bahwa setelah Ex Saham Bonus, harga saham harus diSESUAIkan � karena jumlah saham bertambah dengan adanya saham bonus � agar NILAI RUPIAH saham tersebut tetap sama sebelum dan sesudah Ex Saham Bonus. Nah, di pos ini saya akan menjelaskan bagaimana cara menghitung harga saham yang telah disesuaikan ini. Dengan kata lain, kita akan mempelajari cara menghitung harga Close teoritis setelah Ex Saham Bonus. Untuk mempermudah diskusi, mari kita lihat contoh kasus saham bonus PT. Indospring (INDS) berikut: Nama saham: INDS   Rasio Saham Bonus: 4 saham lama mendapat 1 saham baru   Cum Saham Bonus: 02 Juli 2014 Ex Saham Bonus: 03 Juli 2014 Harga Close INDS pada Cum Saham Bonus: Rp 2.905.   Pertanyaannya: berapakah harga teoritis Close INDS saat Ex Saham Bonus?  Untuk menghitung harga teoritis Ex Saham Bonus, hal pertama yang harus anda perhatikan adalah RASIO saham lama dan saham baru. Pada kasus INDS, rasio saham l...

    Belajar Analisa Teknikal atau Analisa Fundamental?

    Di pos "Belajar Apa Dulu: Analisa Fundamental atau Analisa Teknikal?" saya menganjurkan anda untuk mempelajari "kulit" kedua analisa tersebut lalu menentukan sendiri mana yang lebih cocok dengan karakter dan kemauan anda. Tapi misalkan anda sudah mencoba Analisa Fundamental dan Analisa Teknikal tapi tetap masih bingung mau mendalami yang mana. Sebaiknya pilih yang mana: Analisa Teknikal atau Analisa Fundamental? Figure 1. Pilih Belajar Analisa Fundamental atau Teknikal? Saran saya: pilih belajar mendalam Analisa Teknikal. Mengapa? Pertanyaan tersebut akan terjawab kalau anda tahu apa sebabnya saya sepenuhnya meninggalkan Analisa Fundamental dan beralih ke Analisa Teknikal. Mari saya ceritakan. ---###$$$###--- Di halaman "About" tertulis bahwa saya mulai serius main saham pada tahun 1997 sebagai investor jangka menengah yang mementingkan Analisa Fundamental. Karena gagal total, saya beralih menjadi pedagang saham purna-waktu (full-time trader) sejak tahun...

    Belajar Main Saham dari Thomas & Friends

    Belajar tentang main saham dari film seri anak-anak Thomas & Friends? Masa sih? Coba anda cerna lyric lagu "Accidents Will Happen" dan bandingkan dengan main saham. [Catatan: bagian-bagian lyric yang menurut saya relevean dengan main saham saya tambahkan terjemahan bahasa Indonesianya.] Thrills and spills on the railway It's a life of happiness But sometimes impatience Tapi terkadang ketidaksabaran can lead to carelessness bisa membuat anda ceroboh Some think they are smart cats Sebagian berpikir mereka sangat pintar   and some just know it all dan sebagian merasa sudah tahu semua But sooner or later Tapi cepat atau lambat we all find out that... kita akan tahu bahwa Accidents happen now and again Petaka terjadi sekarang dan nanti just when you least expect saat anda merasa tidak mungkin  Just when you think that life is OK Ketika anda berpikir hidup berjalan OK Fate comes to collect Nasib datang menagih Accidents happen now and again Petaka terjadi s...