Skip to main content

Definisi Uptrend, Downtrend, Sideway (Bagian II)

Pos ini adalah lanjutan dari "Definisi Uptrend, Downtrend, Sideway (Bagian I)."

Setelah tahu definisi Uptrend, sekarang saatnya kita mendefinisikan Downtrend.


Downtrend

Apa definisi downtrend? Mengutip John J. Murphy:
A downtrend is a series of declining peaks and troughs
Downtrend adalah serangkaian puncak yang lebih rendah (lower peaks) dan lembah yang lebih rendah (lower trough).

Lagi-lagi saya kurang puas dengan definisi ini karena kurang spesifik. Menurut sayaIyan Terus Belajar Saham:


Downtrend adalah serangkaian puncak yang lebih rendah dan lembah yang lebih rendah dengan MINIMUM dua puncak yang lebih rendah DAN MINIMUM dua lembah yang lebih rendah. 

Dengan kata lain, kondisi lebih rendah (lower) MINIMUM ada EMPAT (DUA puncak lebih rendah ditambah DUA lembah lebih rendah).

Agar lebih jelas, silahkan lihat Figure 2 di bawah.
Figure 2. Downtrend: Serangkaian Lower Peak dan Lower Trough

Setelah mendefinisikan Uptrend dan Downtrend, sekarang tiba saatnya untuk mendefinisikan Trendless/Sideway.


Trendless/Sideway

Trendless/Sideway mudah diidentifikasi di grafik tapi relatif lebih sulit didefinisikan daripada Uptrend dan Downtrend.

Ini layaknya lebih mudah mengidentifikasi gadis cantik dan juga gadis jelek tapi sulit mendefinisikan gadis yang "biasa-biasa saja." Yang "biasa-biasa saja" menurut anda, bisa saja cantik menurut saya. Yang "biasa-biasa saja" menurut saya, bisa saja jelek menurut anda.

Mau tahu definisi Trendless/Sideway? Silahkan lanjut baca dengan klik di sini "Definisi Uptrend, Downtrend, Sideway (Bagian III)."






Pos-pos yang berhubungan:
[Pos ini 2013 oleh Iyan terusbelajarsaham.blogspot.com. Hak Cipta dilindungi Undang-Undang.] 

    Comments

    Popular posts from this blog

    Bisakah Konsisten Untung Main Saham Dengan Mengikuti Berita?

    Di halaman "Kurikulum," pada tanggal 18 Juni 2016 saudara Erwin Sanz bertanya: "...sejauh mana pak Iyan mengacuhkan suatu berita/kabar/rumor. Pak Iyan sering berkata bahwa sudah meninggalkan FA (Fundamental Analysis), hanya fokus ke TA (Technical Analysis) dan tidak/jarang membaca berita atau rumor karena percaya bahwa harga sudah mencermikan semuanya. Pengalaman saya setahun ini ternyata setiap hari kita dibombardir dengan berita (rumor) yang mempengaruhi pergerakan harga (trend) baik yang secara tiba-tiba ataupun perlahan dan (sepertinya) alangkah lebih baik jika kita mampu memanfaatkannya untuk melakukan antisipasi." Figure 1. Bisakah Konsisten Untung Main Saham Hanya Dari Berita? Ini pertanyaaan yang sangat baik. Dan saya yakin banyak di antara anda yang juga berpikiran sama dengan saudara Erwin Sanz. Saya pun saat baru mulai main saham juga berpikiran sama dengan saudara Erwin Sanz: kalau saya tahu berita lebih dahulu daripada orang lain, saya bisa untung dar...

    3 Pola Grafik Saham Paling Menguntungkan

    Menurut Investor's Business Daily, ada 3 pola grafik saham yang paling umum dan menguntungkan: [Silahkan download pdf file-nya dengan meng-klik link berikut: Investor's Business Daily The 3 Most Common & Profitable Chart Pattern .] 1. Cup-with-Handle (Cangkir-dengan-Pegangan) Figure 1. Pola Grafik Saham Cup-With-Handle (Source: Investors.com) 2. Double Bottom Figure 2. Pola Grafik Saham Double Bottom (Source: Investors.com) 3. Flat Base Figure 3. Pola Grafik Saham Flat Base (Source: Investors.com) Coba anda perhatikan ketiga grafik di atas. Apakah anda melihat ada kesamaan? (Petunjuk: Perhatikan bagian kanan atas grafik-grafik saham tersebut.) Apa kesamaan yang saya maksud? Coba anda telaah grafik-grafik saham di atas selama beberapa menit sebelum anda melanjutkan baca ke bawah. Sudah? Menurut anda, apa yang sama pada ketiga pola grafik di atas? Figure 4. Sinyal Beli Pola Grafik Cup-With-Handle Figure 5. Sinyal Beli Pola Grafik Double Bottom Figure 6. Sinyal Beli Pola Grafi...

    Cara Menghitung Harga Teoritis Ex Saham Bonus

    Di pos "Mengapa 'Saham Bonus' Bukan Bonus" saya menyatakan bahwa setelah Ex Saham Bonus, harga saham harus diSESUAIkan � karena jumlah saham bertambah dengan adanya saham bonus � agar NILAI RUPIAH saham tersebut tetap sama sebelum dan sesudah Ex Saham Bonus. Nah, di pos ini saya akan menjelaskan bagaimana cara menghitung harga saham yang telah disesuaikan ini. Dengan kata lain, kita akan mempelajari cara menghitung harga Close teoritis setelah Ex Saham Bonus. Untuk mempermudah diskusi, mari kita lihat contoh kasus saham bonus PT. Indospring (INDS) berikut: Nama saham: INDS   Rasio Saham Bonus: 4 saham lama mendapat 1 saham baru   Cum Saham Bonus: 02 Juli 2014 Ex Saham Bonus: 03 Juli 2014 Harga Close INDS pada Cum Saham Bonus: Rp 2.905.   Pertanyaannya: berapakah harga teoritis Close INDS saat Ex Saham Bonus?  Untuk menghitung harga teoritis Ex Saham Bonus, hal pertama yang harus anda perhatikan adalah RASIO saham lama dan saham baru. Pada kasus INDS, rasio saham l...