Skip to main content

Support & Resistance Saham: Arti, Definisi, Makna, Karakteristik (Bagian 2)

Pos ini adalah lanjutan dari pos "Support & Resistance: Arti, Definisi, Makna, Karakteristik (Bagian 1)." 


Setelah membaca pos "Support & Resistance: Arti, Definisi, Makna, Karakteristik (Bagian 1)" anda sudah tahu bahwa�menurut saya�bahasa Indonesia Support adalah Penopang, Resistance adalah Penghalang.

Anda juga sudah tahu definisi Support dan Resistance ala John J. Murphy dan definisi Support dan Resistance ala Iyan.

Sekarang saatnya saya coba menjawab pertanyaan: apa makna Support dan Resistance untuk pemain saham?


Makna Support dan Resistance

Apakah ada gunanya tahu Support dan Resistance?

Nah, sebelum kita diskusi lebih lanjut, anda perlu tahu bahwa Support dan Resistance adalah salah satu konsep dari Analisa Teknikal. Kalau anda membahas Support dan Resistance, berarti anda sedang membicarakan Analisa Teknikal. (Analisa Fundamental tidak mengenal Support dan Resistance.)

Jadi, mengapa Analisa Teknikal mempelajari Support dan Resistance?

Mari kita bahas.

Anda masih ingat definisi Support dan Resistance ala Iyan? Nih, saya tulis ulang di sini:

Support/Penopang adalah titik/kisaran harga di mana saham yang sedang turun berbalik arah menjadi naik.
Resistance/Penghalang adalah titik/kisaran harga di mana saham yang sedang naik berbalik arah menjadi turun.

Pertanyaan saya untuk anda:

Kalau anda tahu titik/kisaran harga di mana saham yang sedang turun akan berbalik arah menjadi naik, kira-kira apa yang akan anda lakukan?

Coba anda pikirkan.

Satu lagi pertanyaan saya untuk anda:

Kalau anda tahu titik/kisaran harga di mana saham yang naik akan berbalik arah menjadi turun, kira-kira apa yang akan anda lakukan?

Coba anda pikirkan juga.

Sudah?

Coba bandingkan jawaban anda dengan jawaban saya di bawah ini.

Kalau anda tahu titik/kisaran harga di mana saham yang sedang turun akan berbalik arah menjadi naik, anda SEHARUSNYA membeli saham tersebut di titik/kisaran harga tersebut.

Mengapa?

Karena�kalau anda benar�setelah anda beli, saham akan naik dan anda bisa menjual saham tersebut di harga lebih tinggi dan mendapat untung.

Wow, gumam anda dalam hati.

Kalau anda tahu titik/kisaran harga di mana saham yang naik akan berbalik arah menjadi turun, anda SEHARUSNYA menjual saham tersebut di titik/kisaran harga tersebut.


Mengapa?

Karena�kalau anda benar�setelah anda jual, saham akan turun dan anda bisa (kalau mau) membeli kembali saham tersebut di harga lebih murah. Kalaupun anda tidak niat membeli kembali saham tersebut, anda sudah menjual saham di harga paling tinggi.

Wow, wow, wow.

Nah�seperti yang sering saya katakan�itu teorinya. Prakteknya tidak semudah itu.

Perhatikan bahwa pada kalimat di atas saya menambahkan bagian "�kalau anda benar�".

Masalahnya, tidak ada yang tahu PASTI di mana titik/kisaran di mana gerak harga saham akan berbalik arah.

Hah? Terus gimana dong? teriak anda.

Tenang, Bro and Sis. 

Kalau anda sudah baca pos "Valuasi Indeks Saham Indonesia Terlalu Tinggi?" anda tahu bahwa, menurut saya, semua analisa saham, ujung-ujungnya adalah nebak.

Tapi, kalau anda sudah baca pos "Arti Istilah Saham Trending, Trendless (Bagian II)" anda juga tahu bahwa dengan menggunakan Analisa Teknikal kita bisa menebak apakah gerak saham sedang uptrend, downtrend, atau sideway. Saya tulis juga bahwa di pos tersebut: "Dengan analisa teknikal juga kita bisa menebak apakah gerak saham cenderung akan lanjut atau cenderung berubah arah."

Nah, dengan Analisa Teknikal jugalah kita akan mencoba menebak titik/kisaran Support dan Resistance suatu saham.

Apakah mudah?

Sama sekali tidak. Menebak Support dan Resistance malahan sangat sulit

Apakah tebakan kita pasti benar?

Tidak juga.

Sulit dan tidak pasti benar, gerutu anda. Ngapain dipelajari?

Karena, walaupun sulit dan belum tentu selalu benar, menebak Support dan Resistance�kalau lagi benar�akan sangat menguntungkan.

Tambahan lagi, untuk analis teknikal, titik Support dan Resistance sering dipakai sebagai "execution point" atau titik eksekusi untuk membeli atau menjual saham. Jadi, dengan berusaha menebak Support dan Resistance, anda akan membeli saham di kisaran Support dan menjual saham di kisaran Resistance. Tidak cuma asal-asalan.

Terus, gimana cara menebak titik Support dan Resistance? tanya anda penuh semangat.

Sabar, sabar. Jangan keburu nafsu gitu ah. Sebelum kita berdiskusi bagaimana cara menentukan/menebak Support dan Resistance, anda perlu tahu dulu karakteristik dari Support dan Resistance.

Mari kita lanjut ke karakteristik Support dan Resistance. Silahkan lanjut baca ke pos "Support & Resistance: Arti, Definisi, Makna, Karakteristik (Bagian 3)."






Pos-pos yang berhubungan:
[Pos ini �2014 oleh Iyan terusbelajarsaham.blogspot.com. Hak Cipta dilindungi Undang-Undang.] 

    Comments

    Popular posts from this blog

    Cara Menghitung Harga Teoritis Ex Saham Bonus

    Di pos "Mengapa 'Saham Bonus' Bukan Bonus" saya menyatakan bahwa setelah Ex Saham Bonus, harga saham harus diSESUAIkan � karena jumlah saham bertambah dengan adanya saham bonus � agar NILAI RUPIAH saham tersebut tetap sama sebelum dan sesudah Ex Saham Bonus. Nah, di pos ini saya akan menjelaskan bagaimana cara menghitung harga saham yang telah disesuaikan ini. Dengan kata lain, kita akan mempelajari cara menghitung harga Close teoritis setelah Ex Saham Bonus. Untuk mempermudah diskusi, mari kita lihat contoh kasus saham bonus PT. Indospring (INDS) berikut: Nama saham: INDS   Rasio Saham Bonus: 4 saham lama mendapat 1 saham baru   Cum Saham Bonus: 02 Juli 2014 Ex Saham Bonus: 03 Juli 2014 Harga Close INDS pada Cum Saham Bonus: Rp 2.905.   Pertanyaannya: berapakah harga teoritis Close INDS saat Ex Saham Bonus?  Untuk menghitung harga teoritis Ex Saham Bonus, hal pertama yang harus anda perhatikan adalah RASIO saham lama dan saham baru. Pada kasus INDS, rasio saham l...

    Belajar Analisa Teknikal atau Analisa Fundamental?

    Di pos "Belajar Apa Dulu: Analisa Fundamental atau Analisa Teknikal?" saya menganjurkan anda untuk mempelajari "kulit" kedua analisa tersebut lalu menentukan sendiri mana yang lebih cocok dengan karakter dan kemauan anda. Tapi misalkan anda sudah mencoba Analisa Fundamental dan Analisa Teknikal tapi tetap masih bingung mau mendalami yang mana. Sebaiknya pilih yang mana: Analisa Teknikal atau Analisa Fundamental? Figure 1. Pilih Belajar Analisa Fundamental atau Teknikal? Saran saya: pilih belajar mendalam Analisa Teknikal. Mengapa? Pertanyaan tersebut akan terjawab kalau anda tahu apa sebabnya saya sepenuhnya meninggalkan Analisa Fundamental dan beralih ke Analisa Teknikal. Mari saya ceritakan. ---###$$$###--- Di halaman "About" tertulis bahwa saya mulai serius main saham pada tahun 1997 sebagai investor jangka menengah yang mementingkan Analisa Fundamental. Karena gagal total, saya beralih menjadi pedagang saham purna-waktu (full-time trader) sejak tahun...

    Belajar Main Saham dari Thomas & Friends

    Belajar tentang main saham dari film seri anak-anak Thomas & Friends? Masa sih? Coba anda cerna lyric lagu "Accidents Will Happen" dan bandingkan dengan main saham. [Catatan: bagian-bagian lyric yang menurut saya relevean dengan main saham saya tambahkan terjemahan bahasa Indonesianya.] Thrills and spills on the railway It's a life of happiness But sometimes impatience Tapi terkadang ketidaksabaran can lead to carelessness bisa membuat anda ceroboh Some think they are smart cats Sebagian berpikir mereka sangat pintar   and some just know it all dan sebagian merasa sudah tahu semua But sooner or later Tapi cepat atau lambat we all find out that... kita akan tahu bahwa Accidents happen now and again Petaka terjadi sekarang dan nanti just when you least expect saat anda merasa tidak mungkin  Just when you think that life is OK Ketika anda berpikir hidup berjalan OK Fate comes to collect Nasib datang menagih Accidents happen now and again Petaka terjadi s...