Skip to main content

Posts

Banyak Data = Pasti Untung?

Minggu lalu, ketika membenahi lemari buku di rumah ibu, saya menemukan buku Indonesia Capital Market Directory tahun 1996. Figure 1. Sampul Depan Indonesia Capital Market Directory 1996 Melihat Indonesia Capital Market Directory (ICMD) lawas itu, saya teringat masa-masa awal saya bermain saham. Nostalgia, gitu loh. Kalau anda pernah membaca halaman "About" atau "Profil" , anda tahu bahwa �sebelum menjadi trader yang mementingkan analisa teknikal � saya mulai bermain saham sebagai investor jangka menengah yang mementingkan analisa fundamental. Analisa fundamental berarti berusaha meneliti laporan keuangan perusahaan. Di tahun 1997, mencari data keuangan perusahaan tidak semudah sekarang. Jaringan internet di Indonesia pada saat itu baru sebatas untuk email dan � seingat saya � Bursa Efek Jakarta dan perusahaan-perusahaan publik belum ada yang memiliki website.  Kenapa tidak di-google saja? tukas anda. Tidak bisa. Google belum ada karena Google didirikan pada akhi...

Apakah Wanita Cocok Main Saham? (Bagian I)

Kalau anda menonton CNBC, mayoritas komentator di saluran TV tersebut adalah pria. Yang wanita, biasanya, hanyalah si pembawa acara. Kalau anda membaca buku-buku tentang investasi ataupun trading saham, penulis buku-buku tersebut mayoritas adalah pria. Kalau anda membaca komentar-komentar di blog ini, mayoritas yang berkomentar dan bertanya adalah pria. Nah, karena dunia saham adalah seakan-akan dunianya laki-laki, mungkin banyak perempuan yang ragu ketika ia mau mulai belajar main saham. "Dunia saham dipenuhi laki-laki," pikir anda. "Kalau aku mau main saham, apakah cocok?" Tanpa bertele-tele, saya jawab: Cocok. "Jadi, perempuan bisa sukses main saham, termasuk trading saham jangka pendek?" tanya anda lagi. Tentu saja. Bahkan kalau anda bertanya, "Siapa yang lebih besar kemungkinannya sukses bermain saham, pria atau wanita?", saya akan menjawab tanpa ragu-ragu: wanita. "Bung Iyan ini gimana seh?" saya bisa dengar protes dari p...

Cara Investasi Saham Jangka Panjang Dengan Analisa Teknikal

Banyak pemula main saham mengira bahwa satu-satunya analisa untuk investasi saham jangka panjang adalah analisa fundamental.   Salah. Mereka juga mengira bahwa analisa teknikal hanya untuk trading saham jangka pendek.  Juga salah. Memang, kebanyakan investor jangka panjang adalah penganut analisa fundamental. Tapi ini tidak berarti analisa teknikal tidak bisa digunakan untuk investasi saham jangka panjang. Tidak percaya? Silahkan baca buku Secrets for Profiting in Bull and Bear Markets yang ditulis Stan Weinstein . Di buku ini Stan Weinstein menjelaskan dengan rinci cara investasi saham jangka panjang dengan analisa teknikal. Figure 1. Cover Buku Stan Weinstein Secrets for Profiting in Bull and Bear Markets [Catatan: Melihat foto Stan Weinstein di cover buku tersebut, anda mungkin menerka bahwa ini buku jadul. Betul, buku ini pertama kali terbit tahun 1988 dan bisa dikategorikan jadul.  Tapi konsep yang ditawarkan Stan Weinstein tetap relevan untuk saat ini.]...

Bijaksanakah Membeli/Menjual Saham Hanya Berdasarkan Bid/Offer?

Menjelang pemilihan caleg (atau calon bupati atau calon gubernur atau calon presiden atau calon-calon lainnya) anda mungkin melihat baliho-baliho pas foto raksasa caleg disertai pesan seperti ini: "Mohon doa restu. Coblos Akil Modar, nomor urut 4 dari PSK (Partai Suka Korupsi)." Selain baliho, para calon juga menempel poster di tembok, pagar, tiang listrik. "Pilih saya," kata poster yang satu, "Jujur menjalankan amanat rakyat." "Anti-korupsi," kata poster yang lain tidak mau kalah gombal. "Pilihlah saya." Pertanyaan saya: Ketika tiba saatnya anda untuk memilih, apakah anda memilih berdasarkan janji surga, slogan gombal, pepesan kosong di baliho atau poster si caleg? "Tentu tidak," jawab anda. "Hanya orang bodoh saja yang percaya pada kata-kata bohong seperti itu." "Kalau anda tidak memilih berdasarkan baliho dan poster," tanya saya, "bagaimana cara anda menentukan pilihan?" "Saya memil...

Perangkat Keras Untuk Bermain Saham

Salah satu hal yang membedakan profesional dan non-profesional �selain keahlian (skill) �adalah alat kerja (tools) yang digunakan individu tersebut. Memiliki kamera canggih tidak serta-merta menjadikan si pemilik sebagai fotografer profesional. Tapi rasa-rasanya sih tidak ada orang yang mau membayar mahal fotografer yang hanya berbekal kamera handphone. Memang, alat tidak membuat seseorang menjadi profesional; tapi tanpa alat yang memadai seorang profesional sulit melakukan pekerjaannya dengan optimal. Pertanyaannya: alat apa yang diperlukan untuk bermain saham? Alat utama yang diperlukan pemain saham adalah monitor untuk memantau harga saham. Monitor ini bisa monitor komputer, tablet (iPad), handphone (smartphone).  Nah, kalau anda pemain saham non-profesional, memantau harga saham di handphone mungkin sudah memadai. Bagaimana dengan pemain saham profesional? Apakah cukup memantau harga saham hanya melalui smartphone? Saya sebagai pemain saham profesional hampir tidak pernah...

Dampak Perubahan Satuan Lot & Fraksi Harga Saham (Bagian 3 - Tamat)

Pos ini adalah lanjutan dari pos " Dampak Perubahan Satuan Lot & Fraksi Harga Saham (Bagian 2)." Untuk membaca pos ini dari awal, silahkan klik di sini "Dampak Perubahan Satuan Lot & Fraksi Harga Saham (Bagian 1)." Aksi bandar apa saja yang terganggu perubahan fraksi harga saham? Kalau anda sering memperhatikan "live trading", anda tahu bahwa ada bandar-bandar saham tertentu yang hobi tempel-cabut Bid/Offer. Nah, praktek tempel-cabut Bid/Offer ini termasuk aksi yang terganggu oleh perubahan fraksi harga. Apa itu aksi tempel-cabut Bid/Offer? Dan mengapa perubahan fraksi harga mengganggu praktek ini? Untuk lebih jelasnya, mari kita lihat ilustrasi berikut. Kalau anda sering memperhatikan order book Bid/Offer saham Suparma (SPMA) anda tahu bahwa pada kondisi normal, Bid dan Offer SPMA di setiap fraksi harga (lama ataupun baru) hanya ada beberapa ratus lot. Tapi ada saat-saat tertentu � ketika bandar hendak "menggoreng" saham tersebut � tiba...