Skip to main content

Posts

Amnesti Saham. Ungkap. Tebus. Lega.

Saya ikut progam amnesti pajak dan membayar tebusan di akhir bulan Agustus 2016. [Informasi tambahan untuk anda yang sedang menunggu kedatangan surat amnesti pajak anda: Surat keputusan amnesti pajak dari Kanwil Dirjen Pajak saya terima sekitar 50 hari (= 35 hari kerja) SETELAH surat pelaporan harta (SPH) diserahkan. Nah, kalau surat keputusan amnesti pajak anda belum datang dalam waktu 10 hari kerja seperti yang dijanjikan � apalagi kalau anda ikut amnesti pajak di akhir September 2016 di mana antrian membludak � silahkan menunggu dengan sabar. Gak perlu komplain, gak perlu stress. Santai saja. Nanti juga akan sampai.] Figure 1. Kartu Terima Kasih Telah Memanfaatkan Amnesti Pajak   Amnesti pajak ini sifatnya sukarela. Pertanyaannya: mengapa saya sukarela mengeluarkan uang membayar uang tebusan? Apakah karena saya kelebihan duit? Apakah karena saya mau bersumbangsih pada pembangunan Indonesia? Atau karena saya cinta banget sama Bapak Presiden Jokowi yang berkomitmen menyukseskan pr...

Mengapa Tidak Mudah Melakukan Cut-Loss?

It doesn't take a lot of strength to hang on; it takes a lot of strength to let go.   -J.C. Watts [Tidak perlu banyak tenaga untuk membiarkan; perlu banyak tenaga untuk melepaskan.] Ketika mengucapkan kalimat di atas, saya tidak tahu J.C. Watts berbicara dalam konteks apa. Tapi saya rasa sih ia tidak sedang berbicara tentang main saham. Tapi...kalimat tersebut penting juga diresapi pemain saham. Mengapa? Karena dalam konteks main saham, kalimat mutiara J.C. Watts di atas bisa berbunyi: tidak perlu banyak tenaga untuk membiarkan saja saham yang rugi tapi perlu banyak tenaga untuk melepaskan (cut-loss) saham tersebut. Nah, kalau anda belum pernah main saham, anda mungkin berpikir bahwa cut-loss adalah sesuatu yang mudah. Saham turun sampai harga tertentu, langsung jual. Apa susahnya ya? Tapi faktanya adalah MAYORITAS pemain saham tidak mau dan tidak rela cut-loss. Kalau posisinya rugi, mayoritas pemain saham berharap harga saham akan naik sehingga rugi tersebut berbalik jadi untung. ...

Melakukan Sendiri Jual-Beli Saham. Perlukah?

Di bulan Januari 2016 saya menyurvey pembaca blog ini dengan pertanyaan ini: Kalau anda ingin investasi dalam bentuk saham, pilih mana: 1. Lakukan sendiri jual/beli saham di bursa saham 2. Beli reksadana saham 3. Beli Exchange Traded Fund (ETF) 4. Beli asuransi unit link saham Total 172 suara masuk (terima kasih untuk anda-anda yang meluangkan waktu memilih) dengan hasil sebagai berikut: 149 suara memilih melakukan sendiri jual/beli saham di bursa saham   35 suara memilih membeli reksadana saham     7 suara memilih membeli Exchange Traded Fund (ETF)     2 suara memilih membeli asuransi unit link saham [Catatan: pada survey ini, pemilih diperbolehkan memilih lebih dari 1 pilihan.] Dari jawaban yang masuk, mayoritas memilih melakukan sendiri jual/beli saham di bursa saham. Hasil ini tidak mengejutkan karena mayoritas pembaca blog ini adalah orang-orang yang ingin belajar main saham. Jadi, saya simpulkan bahwa pengunjung blog ini adalah orang-orang yang...

3 Pola Grafik Saham Paling Menguntungkan

Menurut Investor's Business Daily, ada 3 pola grafik saham yang paling umum dan menguntungkan: [Silahkan download pdf file-nya dengan meng-klik link berikut: Investor's Business Daily The 3 Most Common & Profitable Chart Pattern .] 1. Cup-with-Handle (Cangkir-dengan-Pegangan) Figure 1. Pola Grafik Saham Cup-With-Handle (Source: Investors.com) 2. Double Bottom Figure 2. Pola Grafik Saham Double Bottom (Source: Investors.com) 3. Flat Base Figure 3. Pola Grafik Saham Flat Base (Source: Investors.com) Coba anda perhatikan ketiga grafik di atas. Apakah anda melihat ada kesamaan? (Petunjuk: Perhatikan bagian kanan atas grafik-grafik saham tersebut.) Apa kesamaan yang saya maksud? Coba anda telaah grafik-grafik saham di atas selama beberapa menit sebelum anda melanjutkan baca ke bawah. Sudah? Menurut anda, apa yang sama pada ketiga pola grafik di atas? Figure 4. Sinyal Beli Pola Grafik Cup-With-Handle Figure 5. Sinyal Beli Pola Grafik Double Bottom Figure 6. Sinyal Beli Pola Grafi...

Untung Konsisten Main/Trading Saham. Mau Tahu Caranya?

Di pos "Fondasi Psikologi Trading/Main Saham" saya menulis bahwa salah satu poin terpenting di buku Mark Douglas Trading in the Zone adalah "a probabilistic mind-set  pertaining to trading consists of five fundamental truths." Tapi bukan hanya itu poin terpenting di buku tersebut. Yang tidak kalah penting adalah "seven principles of consistency" (tujuh prinsip konsistensi). Bunyinya: I am a Consistent Winner because: 1. I objectively identify my edges. Saya secara objektif mengidentifikasi keunggulan saya. 2. I predefine the risk of every trade. Saya terlebih dulu mengukur resiko dari setiap transaksi. 3. I completely accept the risk or I am willing to let go of the trade. Saya menerima sepenuhnya resiko transaksi atau lebih baik saya tidak bertransaksi. 4. I act on my edges without reservation or hesitation. Saya melaksanakan keunggulan saya tanpa bimbang dan ragu. 5. I pay myself as the market makes money available to me. Saya membayar diri saya s...

Resiko Kalau Tidak Pernah Mau Cut-Loss

"When you play the game of thrones, you win or you die."   - Cersei Lannister Ketika anda bermain dalam perebutan takhta, anda menang atau anda mati. "When you play the game of stocks, you cut-loss or you die."   - Iyan Terus Belajar Saham Ketika anda bermain saham, anda cut-loss atau anda mati. Pos-pos yang berhubungan: Beli Saham. Jual Untung/Cut-Loss. Ulangi. [Pos ini � 201 6 oleh Iyan terusbelajarsaham.blogspot.com. Hak Cipta dilindungi Undang-Undang. ]

Belajar Main Saham Dari Siapa? Bagian 1

Di bulan Januari 2016 saya menyurvey pembaca blog ini dengan pertanyaan ini: Pilih mana: 1. Belajar saham dari analis saham 2. Belajar saham dari manajer investasi 3. Belajar saham dari pembicara seminar saham 4. Belajar saham dari perencana keuangan 5. Belajar saham dari broker saham 6. Belajar saham dari pemain saham Total 199 suara masuk (terima kasih untuk anda-anda yang meluangkan waktu memilih) dengan hasil sebagai berikut: 20% (40 suara) memilih belajar saham dari analis saham 6% (11 suara) memilih belajar saham dari manajer investasi 1.5% (3 suara) memilih belajar saham dari pembicara seminar saham 1.5% (3 suara) memilih belajar saham dari perencana keuangan 3% (6 suara) memilih belajar saham dari broker saham 68% (136 suara) memilih belajar saham dari pemain saham Dari jawaban yang masuk, mayoritas (68%) memilih belajar saham dari pemain saham. Saya setuju. Ibaratnya kalau anda ingin belajar memancing/menangkap ikan, anda sebaiknya belajar dari nelayan (penangkap ikan profesio...