Skip to main content

Posts

Main Saham Tidak Pernah Rugi. Mungkinkah?

Di pos "Main Saham Cepat Kaya?" , seorang pembaca, Septian Benny, bertanya: "Mas, menurut anda apakah tidak ada investor yang tidak pernah rugi dalam bermain saham? Saya adalah pemula, apakah dengan membeli saham BUMN menjadikan saya aman dari kerugian?" Saya rasa kekhawatiran Bung Septian Benny adalah kekhawatiran mayoritas pemula yang berniat mulai main saham. Mereka ingin main saham tapi takut rugi. Kekhawatiran ini sangat masuk akal. Semua orang terjun main/investasi/trading saham karena pengen untung. Bukan rugi. Jadi, mungkinkah main saham tapi tidak pernah rugi? Figure 1. Dixit Card 03 from Dixit Revelations Board Game Jawaban saya: Menurut saya, TIDAK ADA investor/pemain saham yang tidak pernah rugi dalam bermain saham. TIDAK ADA. Tapi ini tergantung definisi anda apa yang dimaksud "rugi." Banyak orang yang sahamnya turun menganggap belum rugi karena belum menjual. Nah, hanya karena anda belum menjual tidak berarti anda belum rugi. Memang, anda bis...

Untung Main Saham 1% Setiap Hari. Mungkinkah?

Di pos "Investasi Saham atau Trading Saham, Mana Lebih Baik (Bagian II)" seorang pembaca, Johnny Kee, bertanya, ". . . Misalkan ada seorang nasabah yang mempunyai target rata-rata cuan (untung) per hari sebesar 1%. Berarti per bulannya sebesar 22% (sesuai hari kerja) dan per tahunnya sebesar 240%. . . Apa komentar dari pak Iyan mengenai simulasi tersebut?" Figure 1. Dixit Card (02) from Dixit Revelations Board Game Jawaban (saya edit dari jawaban asli agar lebih enak dibaca): . . . Mungkinkah seorang pemain saham untung 1% setiap hari selama bertahun-tahun? Mungkin saja. Tapi mohon Johnny perhatikan: bermain saham adalah layaknya berlari marathon, bukan berlari cepat (sprint). Maksud saya begini: Banyak pemain saham pemula yang melipatgandakan modalnya dalam beberapa bulan karena faktor keberuntungan dan faktor nekad. Saking mudahnya ia mendapat untung, ia (mungkin) menganggap dirinya jenius, seorang "Super Trader." Karena merasa jenius, sang "Super ...

Risk-to-Reward Ratios Main Saham. Pentingkah?

Di pos "Belajar Analisa Teknikal atau Analisa Fundamental?" seorang pembaca, Daenuri Nunu, bertanya: 1. Menurut Mas Iyan seberapa penting risk-to-reward ratio dalam trading saham? 2. Apakah Mas Iyan menerapkan risk-to-reward ratio dalam trading plannya? 3. Jika memang penting dan Mas Iyan menggunakannya, bagaimana cara terbaik menerapkannya, apakah menentukan risk dulu baru kemudian rewardnya, atau reward terlebih dahulu baru kemudian risknya? Bung Daenuri Nunu menambahkan bahwa, "Pertanyaan ini saya ajukan karena berdasarkan pengalaman saya yang baru seupil ini, konsisten menggunakan cut-loss memang sangat berperan penting dalam menjaga modal, namun ternyata itu tidak cukup untuk untung konsisten." [Catatan: Risk-to-Reward Ratio adalah Rasio Resiko terhadap (Potensi) Laba.] Figure 1. The Lost Expedition Board Game by Peer Sylvester Jawaban saya: 1. Risk-to-reward Ratio SANGAT penting dalam bermain (trading ataupun investasi) saham. 2. Tentu saja. 3. Risk-to-reward...

Kuliah Apa Agar Bisa Untung Main Saham?

Di pos "Investasi Saham atau Trading Saham, Mana Lebih Baik? (Bagian II)" seorang pembaca blog ini, Nandini, bertanya, ". . . kuliah S2 apa ya kalo saya ingin berkarir jadi di broker di suatu perusahaan (nantinya sih berkhayal hanya bekerja dari rumah)." Intinya, Nandini ingin tahu jurusan pendidikan formal apa yang bisa mempersiapkan dirinya agar bisa untung main saham. Figure 1. University Card from 7 Wonders Board Game  Jawaban saya: Saya pribadi berpendapat bahwa belum ada jurusan PENDIDIKAN FORMAL yang mempersiapkan seseorang untuk berkarir sebagi "pemain" (investor atau trader) saham. Mengejar gelar MBA mungkin mempersiapkan anda untuk mengelola keuangan perusahaan, tapi tidak mempersiapkan anda untuk mengelola portofolio saham. Lagipula, hampir semua teori tentang investasi ataupun portofolio saham yang diajarkan di universitas adalah teori yang dibuat profesor-profesor yang bukan pemain saham. Teori-teori mereka mungkin bagus, tapi banyak asumsi-a...

Belajar. Beli Saham. Jual. Ulangi.

�To learn and not to do is really not to learn. To know and not to do is really not to know.�?�?Dr. Stephen Covey Belajar tapi tidak melakoni sama saja tidak belajar. Tahu tapi tidak melakukan sama saja tidak tahu. Figure 1. Dixit Card 01 from Dixit Revelations Board Game ---###$$$###--- Anda sedang belajar saham? Bagus. Adalah tindakan yang bijaksana kalau anda belajar dulu sebelum langsung nyemplung. Tapi... ...jangan hanya belajar saja. Anda harus melakoni, melakukan, mempraktekkan. Nyemplung. Belajar berenang tidak bisa hanya dengan mempelajari teori/tehnik berenang. Anda harus nyemplung ke kolam renang. Begitu pula dengan belajar main saham. Tapi saya pengen langsung untung besar, pak, kata si anu. Nah, ini dia. Saat mulai belajar main saham, tujuan utama anda untuk belajar. Bukan untuk cari untung. Moso bayi belum bisa merangkak pengen langsung jadi juara lari? Tapi saya takut rugi, pak, kata si itu. Nah, itu dia. Saat mulai belajar main saham, mulailah dengan modal SEKEC...

Trading Saham Cepat atau Investasi Jangka Panjang?

Di pos "Tanggapan Pilih Mana: Investasi Saham Jangka Panjang atau Trading Saham Jangka Pendek?" saya menyatakan bahwa anda harus mencari tahu sendiri apakah anda lebih cocok investasi saham jangka panjang atau trading saham cepat. Nah, di pos ini saya akan membahas topik tersebut dari sudut pandang lain. MISALKAN anda BISA trading saham jangka pendek dan juga BISA investasi saham jangka panjang. Sebaiknya pilih yang mana? Victor Sperandeo di buku Trader Vic �Methods of a Wall Street Master menyarankan: Figure 1. Sampul Depan Buku Victor Sperandeo Trader Vic - Method of a Wall Street Master Be an investor in the early stages of bull markets. Be a speculator in the latter stages of bull markets and in bear markets. Terjemahannya kira-kira begini: Jadilah investor (jangka panjang) pada permulaan pasar yang Bullish. Jadilah spekulator di akhir pasar Bullish dan saat pasar Bearish. (Kalau anda belum tahu arti Bullish dan Bearish, silahkan baca pos "Arti 'Bullish' da...

Mengapa Harga Saham Naik Turun?

Kalau anda memperhatikan saham yang aktif diperdagangkan di bursa, harga saham tersebut (biasanya) berfluktuasi naik-turun selama jam perdagangan bursa. Nah, pernahkah anda memikirkan MENGAPA harga saham bergerak naik-turun dalam hitungan jam, menit, atau bahkan detik? Figure 1. Mengapa Harga Saham Berfluktuasi Naik-Turun? Apakah karena faktor fundamental perusahaan? Rasa-rasanya sih tidak masuk akal kalau fundamental perusahaan berubah-rubah dalam hitungan jam, menit, atau bahkan detik. Atau karena ada berita tentang emiten saham yang mempengaruhi harga saham? Rasa-rasanya sih tidak setiap jam (apalagi setiap menit atau detik) ada berita tentang setiap emiten saham. Kalau bukan karena fundamental dan bukan juga karena berita, lalu apa dong yang menyebabkan harga saham bergerak naik-turun setiap hari? Menurut G. C. Selden di buku Psychology of the Stock Market : Most experienced professional traders in the stock market will readily admit that the minor fluctuations, amounting to perhap...