Skip to main content

Posts

Analisa Teknikal Saham Untuk Pemula, Bagian 3

Pos ini adalah lanjutan dari "Analisa Teknikal Saham Untuk Pemula, Bagian 2." (Kalau anda ingin membaca seri ini dari awal silahkan klik di sini "Analisa Teknikal Saham Untuk Pemula, Bagian 1." ) Anda sudah tahu apa yang perlu diperhatikan dari harga Open. Sekarang mari kita diskusi tentang apa yang harus anda perhatikan dari harga High dan Low. B. High (Tinggi) Yang perlu anda perhatikan dari harga High adalah apakah High hari ini lebih tinggi atau lebih rendah dari High hari sebelumnya. Kalau High hari ini lebih tinggi dari High kemarin ( d alam bahasa Inggris, kondisi ini disebut HIGHER HIGH) , saham tersebut relatif Bullish . Semakin tinggi Hi gh hari ini di atas High k emarin, semakin Bullish. Di Tabel 1 anda bisa melihat bahwa dari tanggal 9 sampai dengan 11 Oktober 2007 harga High ADHI lebih tinggi daripada High hari sebelumnya. Tabel 1. Saham ADHI Harga High Lebih Tinggi Dari Hari Sebelumnya Kalau High hari ini lebih rendah dari High kemarin ( d alam b...

Bagaimana Cara Membeli Saham Indonesia

(Catatan: Untuk anda yang SERIUS mau belajar main saham, silahkan telusuri halaman "Kurikulum." ) Kalau anda ingin membeli saham-saham perusahaan Indonesia yang sudah go-public, bagaimana caranya? Apakah bisa beli saham tersebut di bank? Atau beli langsung ke perusahaan bersangkutan? Tidak begitu. Kalau anda mau membeli saham di Indonesia, anda harus melakukannya di Bursa Efek Indonesia (BEI). Tapi transaksi ini TIDAK BISA anda lakukan sendiri walaupun anda datang langsung ke BEI. Semua transaksi di Bursa Efek Indonesia hanya bisa anda lakukan melalui broker/perantara pedagang saham.    Jadi, langkah pertama untuk membeli saham adalah membuka rekening di perusahaan perantara perdagangan efek saham. Perusahaan ini biasa disebut sekuritas atau broker. (Perhatikan: broker bisa diartikan perusahaannya ataupun orangnya.) Untuk mengetahui perusahaan broker saham yang ada di kota anda atau di kota terdekat, anda bisa lihat di situs di WWW.IDX.CO.ID di tab: Anggota Bu...

Analisa Teknikal Saham Untuk Pemula, Bagian 2

Pos ini adalah lanjutan dari pos "Analisa Teknikal Saham Untuk Pemula, Bagian 1." Anda sudah mulai meng-input data harga Open, High, Low, Close saham. Apa saja yang perlu anda perhatikan dari data-data ini? Mari kita telaah satu persatu. A. Open (Buka) Yang perlu an da perhatikan dari Open adalah apakah harga Open ini di Prv Price (harga pen utupan kemarin) , di atas Prv Price , atau di bawah Prv Price . Kalau harga saham Open di Prv Price, hal ini tidak berindikasi apa-apa. (Open di Prv Price ya ng saya maksud ini tidak selalu harus TE PAT di titik Prv Price ; satu poin di atas atau pun satu poin di bawah bisa juga termasuk kategori ini.)   Kalau harga saham Open di atas Prv Price , saham tersebut relatif Bullish. Semakin tinggi Open di atas Prv Price , semakin Bullish. Kalau harga saham Open di bawah Prv Price , saham tersebut relatif Bearish. Semakin rendah O pen di bawah Prv Price , s emakin Bearish. (Kalau anda belum mengerti arti kata Bullish dan Bearsih, ...

Analisa Teknikal Saham Untuk Pemula, Bagian 1

Anda sudah mulai bermain saham dan ingin belajar analisa teknikal. Bagaimana memulainya? Banyak pemain saham pemula �karena disarankan penulis atau pelatih saham karbitan � yang langsung menyelami indikator analisa-analisa teknikal yang (relatif) rumit: Moving Average, Bollinger Band, MACD, Stochastic, Elliot Wave Theory, Angka Fibonacci, dan sebagainya. Cara ini tidak tepat karena hal ini sama saja dengan anda disarankan mengemudikan pesawat terbang pada hari pertama masuk sekolah pilot. Menurut anda kira-kira apa yang akan terjadi ? (Saya sih tidak mau naik pesawat tersebut.) Saran saya: Belajar analisa teknikal � seperti belajar ilmu apapun � harus dimulai dari dasar. Nah, apa sebenarnya dasar dari analisa teknikal? Dasar utama dari analisa teknikal adalah HARGA saham. Dan harga saham biasanya dibagi menjadi empat komponen: A. OPEN (Buka) B. HIGH (Tinggi) C. LOW (Rendah) D. CLOSE/LAST (Tutup) (Kalau anda belum tahu arti Open, High, Low, Close, silahkan baca dulu pos "Empat...

Kapan Kondisi Ideal Untuk Investasi Saham?

Figure 1. E.B.White's A Writer Who Waits for Ideal Conditions Apakah ada kondisi ideal untuk investasi atau trading saham? E.B.White--penulis asal Amerika Serikat--mengatakan bahwa penulis yang menunggu kondisi ideal untuk mulai bekerja akan meninggal tanpa menulis sepatah katapun. Kalau kita terapkan kalimat mutiara tersebut dalam konteks bermain saham, bunyinya kira-kira begini: Pemain saham yang menunggu kondisi ideal untuk memulai investasi saham akan keburu mampus tanpa membeli saham apapun. Artinya? Tidak ada waktu ideal untuk mulai investasi atau trading saham. Yang penting adalah anda memulainya. Hanya dengan memulai bermain saham anda akan tahu apakah saham adalah investasi yang cocok untuk anda. Kalau cocok, lanjutkan; kalau tidak, berhenti. Dalam belajar apapun, yang harus melangkah untuk memulainya adalah anda. Bukan suami/istri anda, bukan bapak/ibu anda, bukan anak anda, bukan teman anda. Dan langkah pertama bermain saham adalah dengan membuka rekening transaksi saham...

Cara Main Saham Untuk Pemula: Setelah Beli (Bagian IV)

Pos ini adalah lanjutan dari "Cara Main Saham Untuk Pemula: Setelah Beli (Bagian III)." Kalau saham yang anda beli (relatif) tidak naik tidak turun, langkah berikut apa yang terbaik? Sebelum berdiskusi lebih lanjut, ada baiknya kita perjelas dulu definisi "saham (relatif) tidak - naik - tidak - turun" ini. Saham yang saya maksud bukan saham yang tidak ada kejadian ("match" atau "trade done") sama sekali. Contoh saham tipe ini: saham yang tidak aktif (tidak ada yang beli dan jual), atau juga saham yang sudah turun ke harga minimum yang ditentukan Bursa Efek Indonesia (Rp50 pada saat ini) di mana saham tersebut sudah tidak bisa turun lebih lanjut di Pasar Regular, tetapi juga tidak ada yang mau beli di harga tersebut. Yang saya maksud dengan saham yang (relatif) tidak - naik - tidak - turun adalah saham "aktif" yang bergerak dalam kisaran harga tertentu, istilah kerennya: bergerak "sideway." Lagi-lagi kita harus menyamakan pe...

Cara Main Saham Untuk Pemula: Setelah Beli (Bagian III)

Pos ini adalah lanjutan dari "Cara Main Saham Untuk Pemula: Setelah Beli (Bagian II)." Apa yang haru s anda lakukan kalau saham yang sudah anda be li lagi di harga lebih rendah  (average down) masih juga turun? Nah, situasinya pelik karena tidak ada jawaban yang absolut. Semuanya tergantung. Tergantung kondisi pasar ( bullish atau bearish ), tergantung fundamental saham, tergantung teknikal saham, tergantung berapa besar turunnya. Tetapi sebagai pemula yang baru main saham di bawah 2 tahun, pengetahuan anda tentang kondisi pasar, fundamental dan juga teknikal saham relatif masih minim. (Maaf, jangan tersinggung.) Jadi untuk sederhananya, kalau saham masih juga turun setelah anda membeli untuk kedua kali, saran saya adalah: cut-loss. "Lah," keluh anda. "Kalau begitu caranya, kemungkinan saya akan cut-loss terus. Dan yang lebih ngeselin, setelah saya cut-loss, saham tersebut cuma turun dikit lagi lalu berbalik naik. Apa tidak sebaiknya saya tunggu aja?" ...